0 Comments

Operasi Pesta Copet akan hadir di bioskop mulai Agustus 2026, menampilkan sisi berbeda dari Iqbaal Ramadhan. Film drama komedi ini merupakan debut penyutradaraan Edy Khemod dan diproduksi oleh Ernest Prakasa bersama Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan.

Ilustrasi operasi pesta copet untuk artikel Transformasi Iqbaal di Operasi Pesta Copet

Dalam teaser poster yang dirilis, para pemeran utama—Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba—tampil sebagai komplotan copet konser. Latar cerita mengambil setting festival musik besar Indonesia, Pestapora, yang menjadi arena utama aksi mereka.

Sinopsis singkat dan pemeran

Operasi Pesta Copet mengisahkan sekelompok pemuda yang menjalankan operasi pencopetan di tengah keramaian festival musik. Keempat pemain utama memerankan anggota komplotan yang melakukan aksi nekat di ribuan penonton. Film ini juga menghadirkan kolaborasi dengan promotor festival musik terbesar di Indonesia, serta melibatkan Kiki Aulia Ucup sebagai produser eksekutif.

Produk dari studio IMAJINARI yang dikenal lewat franchise AGAK LAEN ini menjanjikan produksi berskala besar, dengan penggarapan set festival asli Pestapora.

Proses produksi dan alasan pembuatan

Ernest Prakasa menjelaskan bahwa film ini merupakan salah satu produksi paling berani dari timnya. “Operasi Pesta Copet menjadi produksi Imajinari yang paling nekat sejauh ini. Film dengan set festival asli Pestapora dengan puluhan ribu penonton, yang menceritakan tentang operasi copet di konser,” ujarnya mengenai skala dan nyali di balik pembuatan film.

Ernest juga menekankan perjalanan panjang menuju realisasi proyek ini. “Film ini prosesnya sangat panjang. Pertama kali Khemod cerita soal ide ini pada tahun 2023. Jadi berselang tiga tahun sampai akhirnya nanti bisa tayang di bioskop Indonesia. Dan seperti biasa, ketika Imajinari menerima penawaran cerita, hal pertama yang kami tanya adalah kenapa film ini perlu dibuat? Dari keresahan Khemod soal kemiskinan struktural, kami percaya film ini punya alasan yang cukup kuat.” tambah Ernest.

Penggarapan dengan set festival asli dan banyaknya orang yang terlibat menunjukkan ambisi produksi untuk menangkap atmosfer festival musik secara otentik, sekaligus mengangkat isu sosial yang relevan.

Debut penyutradaraan Edy Khemod dan sudut pandang cerita

Edy Khemod, yang dikenal sebagai drummer band Seringai dan juga sebagai creative & show director untuk berbagai pertunjukan musik, mengangkat cerita dari pengalaman dunia musik. Di film ini ia memilih melihat kehidupan dari perspektif orang-orang di balik layar, termasuk dampak masalah ekonomi pada pilihan hidup mereka.

“Masalah copet konser ini kan sebenarnya jadi permasalahan yang kerap dihadapi sama penonton musik. Bukan cuma penontonnya, tapi juga band dan penyelenggaranya. Dan cerita ini berangkat dari kisah nyata yang saya alami bersama Seringai. Namun, di sini saya juga ingin menyampaikan kritik sosial lewat copet konser, tentang adanya tekanan ekonomi dan tidak adanya pilihan lain dalam hidup,” ujar Edy Khemod.

Peran Iqbaal dan pengalaman di balik layar

Bagi Iqbaal Ramadhan, proyek ini menjadi ajang pembuktian transformasi. Setelah lama dikenal dengan persona sweetheart, dia kini berperan sebagai sosok yang disebut ‘jamet’ dalam aksi copet konser. Selain berakting, Iqbaal juga berkontribusi sebagai produser kreatif dalam proyek ini.

Iqbaal membagikan pengalaman lucu selama syuting: “Saking jametnya, saya ditahan sama satpam Pestapora. Jadi pas lagi syuting di area Pestapora, satpamnya bilang ke saya, ‘Mas, maaf lagi ada yang syuting,’” ungkapnya. Mengenai peran produksinya, ia menambahkan, “Kalau sebagai produser, ini pengalaman pertama sebagai produser film. Sejauh ini, Operasi Pesta Copet menjadi project paling kompleks yang pernah saya kerjakan namun bikin nagih,” tutup Iqbaal.

Dengan perpaduan nuansa komedi dan drama sosial, serta dukungan produksi besar, Operasi Pesta Copet diposisikan sebagai salah satu rilisan film yang ditunggu pada musim bioskop Agustus 2026. Film ini berusaha menampilkan selebrasi kultur festival musik sekaligus menyorot kehidupan para pelaku di belakangnya.

Related Posts